Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis beberapa indikator strategis terkini terkait: (1) Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi April 2020, (2) Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar April 2020, (3) Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Gabah April 2020, (4) Indeks Harga Produsen April 2020, dan (5) Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Maret 2020.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS, Suhariyanto dalam siaran persnya di BPS, Senin (04/05/2020).
Berikut disampaikan ringkasan hasil siaran pers tersebut:
I. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI, APRIL 2020
.jpeg)
1. Pada April 2020 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,80. Dari 90 kota IHK, 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,88 persen dengan IHK sebesar 103,16 dan terendah terjadi di Cirebon, Depok, dan Balikpapan masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 102,74; 105,84; dan 103,27. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 102,31 dan terendah terjadi di Bogor dan Semarang masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 105,93 dan 104,86.
2. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2020 sebesar 0,84 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,67 persen.
Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/yLnAy7JZbDicet4
II. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR, APRIL 2020
1. Pada April 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,08 persen terhadap Maret 2020. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,91 persen.
2. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2020 antara lain kacang kedelai, bawang merah, jahe, minyak goreng, gula pasir, dan emas batangan.
3. Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 0,71 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 1,59 persen.
Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/jK5sMxHY1Srhw2W
III. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN HARGA PRODUSEN GABAH, APRIL 2020
A. Perkembangan NTP
1. NTP nasional April 2020 sebesar 100,32 atau turun 1,73 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 1,64 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,10 persen.
2. Pada April 2020 terjadi perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,11 persen disebabkan oleh naiknya indeks di sepuluh kelompok penyusun IKRT, terutama Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.
3. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2020 sebesar 101,13 atau turun 1,72 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
B. Perkembangan Harga Gabah dan Beras di Penggilingan
.jpeg)
1. Dari 2.355 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama April 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,59 persen, gabah kering giling (GKG) 14,10 persen, dan gabah luar kualitas 21,31 persen.
2. Selama April 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.600,00 per kg atau turun 6,82 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.692,00 per kg atau turun 6,73 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.671,00 per kg atau turun 1,64 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.808,00 per kg atau turun 1,35 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.241,00 per kg atau turun 7,55 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.324,00 per kg atau turun 7,46 persen.
3. Pada April 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp10.018,00 per kg, turun sebesar 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.671,00 per kg atau turun sebesar 1,58 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.989,00 per kg atau turun sebesar 4,99 persen.
4. Dibandingkan dengan April 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada April 2020 untuk kualitas premium, kualitas medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 5,85 persen, 5,76 persen dan 0,59 persen.
Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/mIH3oZpGeLi4vUg
IV. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN I-2020
.jpeg)
1. Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan triwulan I-2020 naik 0,36 persen terhadap triwulan IV-2019 (q-to-q) dan naik 0,73 persen terhadap triwulan I-2019 (y-on-y).
2. Berikut disajikan IHP beberapa sektor utama
a. Sektor Pertanian triwulan I-2020 naik 1,68 persen terhadap triwulan IV-2019 (q-to-q) dan naik 3,36 persen terhadap triwulan I-2019 (y-on-y).
b. IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2020 turun 4,63 persen dibandingkan triwulan IV-2019 (q-to-q) dan turun 9,79 persen terhadap triwulan I-2019 (y-on-y).
c. IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2020 naik 0,67 persen terhadap triwulan IV-2019 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan I-2019 (y-on-y) naik 1,52 persen.
d. IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan I-2020 turun 0,97 persen terhadap triwulan IV-2019 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan I-2019 (y-on-y) turun 2,28 persen.
e. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan I-2020 naik 0,23 persen terhadap triwulan IV-2019 (q-to-q) dan naik 0,80 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).
Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/4o9aVPYOMMOtCwI
V. PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI NASIONAL, MARET 2020
A. Perkembangan Pariwisata
.jpeg)
1. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 64,11 persen dibanding jumlah kunjungan pada Maret 2019. Selain itu, jika dibandingkan dengan Februari 2020, jumlah kunjungan wisman pada Maret 2020 juga mengalami penurunan sebesar 45,50 persen.
2. Secara kumulatif (Januari–Maret 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,61 juta kunjungan atau turun 30,62 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 3,76 juta kunjungan.
3. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2020 mencapai rata-rata 32,24 persen atau turun 20,64 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2019 yang tercatat sebesar 52,88 persen. Selain itu, jika dibanding TPK Februari 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Maret 2020 juga mengalami penurunan sebesar 16,98 poin.
4. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Maret 2020 tercatat sebesar 1,83 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,02 poin jika dibandingkan keadaan Maret 2019.
B . Perkembangan Transportasi Nasional
.jpeg)
1. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Maret 2020 sebanyak 4,6 juta orang atau turun 20,84 persen dibanding Februari 2020. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 50,44 persen menjadi 558,7 ribu orang. Selama Januari–Maret 2020 jumlah penumpang domestik sebanyak 16,7 juta orang atau turun 10,12 persen dan jumlah penumpang internasional sebanyak 3,4 juta orang atau turun 24,15 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.
2. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Maret 2020 tercatat 1,9 juta orang atau turun 3,78 persen dibanding Februari 2020. Jumlah barang yang diangkut naik 6,00 persen menjadi 25,5 juta ton. Selama Januari–Maret 2020 jumlah penumpang mencapai 6,1 juta orang atau naik 20,05 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2019. Demikian juga dengan jumlah barang yang diangkut naik 5,10 persen atau mencapai 74,6 juta ton.
3. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Maret 2020 sebanyak 23,4 juta orang atau turun 27,45 persen dibanding Februari 2020. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 15,75 persen menjadi 4,5 juta ton. Selama Januari–Maret 2020 jumlah penumpang sebanyak 89,8 juta orang atau turun 12,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Hal yang berbeda untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 5,82 persen menjadi 13,0 juta ton.
Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/HLEhmPNTthWaezg