DISKOMINFO KEPRI - Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mendampingi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen Trenggono meninjau secara langung SPPG yang berada di Batu Aji Tanjung Uncang dan SPPG di Sekupang Tanjung Riau 2, Kota Batam. Kunjungan yang dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) merupakan upaya monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Wakil Kepala BGN terhadap standar pengelolaan makanan di kedua Dapur SPPG tersebut.
Wakil Kepala BGN Mayjen Trenggono dalam monitoring tersebut menekankan kepada Kepala SPPG dan Mitra bahwa pentingnya ketaatan pada seluruh aspek pelaksanaan terhadap prosedur operasional yang telah diatur dalam petunjuk teknis agar menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan kepada para penerima manfaat MBG.
“Dengan ketaatan terhadap pedoman operasional oleh semua pihak, kita berharap tidak ada lagi permasalahan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan sehingga tujuan Presiden Prabowo dalam menjalankan program MBG ini benar-benar bisa tercapai dan dirasakan secara nyata oleh para penerima manfaat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh mitra dan yayasan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku sebagai landasan utama dalam menjaga kualitas pelaksanaan program. Selain itu, Trenggono menegaskan pentingnya pengawasan, baik secara internal maupun eksternal, termasuk peran serta masyarakat dalam memastikan program berjalan sesuai aturan.
“Jika ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program, tentu akan ada sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Sementara itu, Wagub Nyanyang menyampaikan program MBG telah memberikan dampak positif yang nyata bagi penerima manfaatnya, terutama dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah, mendukung konsentrasi belajar serta menjadi bagian dari upaya pencegahan gizi buruk dan stunting.
"Program ini bukan hanya sekadar soal makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Nyanyang.
Berdasarkan data hingga 31 Maret 2026, pelaksanaan program MBG di Provinsi Kepulauan Riau telah menjangkau sebanyak 579.270 penerima manfaat atau sekitar 85,26 persen dari target sebanyak 679.402 penerima manfaat. (Im)