Bayangkan seorang ibu dari Pulau Lingga yang baru saja didiagnosis kanker stadium awal. Dokter puskesmas merujuknya ke Jakarta untuk kemoterapi. Ia harus terbang, meninggalkan pulau, meninggalkan keluarga, menanggung penyakit sekaligus memikirkan di mana ia akan tidur, makan, dan beristirahat di kota yang tak ia kenal, di tengah kondisi tubuh yang melemah. Biaya berobat saja sudah berat — ditambah penginapan, makan, dan transportasi di ibu kota, beban itu bisa menghancurkan ekonomi keluarga kecil mana pun.
Inilah realitas yang selama ini dihadapi ribuan warga Kepulauan Riau setiap tahunnya. Dan inilah yang ingin diubah oleh Gubernur Ansar Ahmad melalui program Rumah Singgah Kepri — sebuah inisiatif yang sederhana dalam konsep, tetapi luar biasa dalam dampak yang diberikannya kepada masyarakat.
Dua Rumah, Dua Kota, Satu Komitmen
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini memiliki dua unit Rumah Singgah yang beroperasi penuh — satu di Jakarta dan satu di Batam — menjangkau dua kota tujuan rujukan medis yang paling banyak dituju oleh warga Kepri.
Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua — Jakarta
Berlokasi di Jalan Bendungan Hilir, Jatiluhur II No. 21–22, RT 010/RW 002, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat — sebuah lokasi yang strategis karena dekat dengan berbagai rumah sakit besar nasional. Rumah singgah ini diresmikan langsung oleh Gubernur Ansar Ahmad pada Mei 2023 dan langsung disambut antusias oleh masyarakat Kepri. Kapasitasnya mencapai 30 tempat tidur dalam 9 kamar — dan sejak hari pertama beroperasi, seluruh tempat tidur sudah terisi penuh. Daftar antrian warga yang ingin memanfaatkannya terus bertambah dari hari ke hari, menjadi bukti nyata betapa besar kebutuhan yang selama ini tidak terpenuhi.
Rumah Singgah Mahligai Keris — Batam
Berlokasi di Jalan Kartini, Kota Batam — titik transit yang sangat strategis bagi warga dari berbagai kabupaten kepulauan Kepri yang harus berobat ke rumah sakit-rumah sakit besar di Batam. Dengan kapasitas 25 tempat tidur, rumah singgah ini melayani kebutuhan warga yang dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan di Batam — mulai dari RSUD Embung Fatimah hingga rumah sakit-rumah sakit swasta unggulan yang tersedia di kota industri terbesar Kepri tersebut.
Kedua rumah singgah ini direhab dari bangunan milik Pemprov Kepri yang sudah ada sejak 2022 — sebuah langkah cerdas yang mengoptimalkan aset pemerintah daerah untuk melayani kepentingan masyarakat secara langsung.
Fasilitas Sekelas Hotel, Harga Nol Rupiah
Yang membuat program ini istimewa bukan hanya keberadaannya — tetapi kualitas layanan yang diberikan. Gubernur Ansar Ahmad dengan bangga menyatakan: "Rumah Singgah ini gratis bagi masyarakat Kepri yang berobat di Jakarta. Pelayanannya seperti di hotel." Dan pernyataan itu bukan sekadar klaim — ia tercermin dalam setiap fasilitas yang disediakan:
Front desk 24 jam — staf selalu siap melayani kapan pun pasien dan keluarga membutuhkan bantuan
Kamar ber-AC dengan tempat tidur yang nyaman dan water heater
Smart TV dan WiFi — memastikan pasien dan pendamping tetap terhubung dan terhibur selama masa pemulihan
Sarapan pagi gratis setiap hari untuk seluruh penghuni
Layanan mobil jemputan dan antar ke rumah sakit rujukan — pasien tidak perlu mencari taksi atau angkutan sendiri dalam kondisi sakit
Ruang klinik untuk konsultasi medis ringan di dalam rumah singgah
Dokter piket yang dapat dikonsultasi langsung oleh penghuni
Dapur dan pantry bersama untuk kebutuhan memasak
Area parkir, musala, dan keamanan 24 jam
Durasi menginap hingga 90 hari — cukup untuk menyelesaikan sebagian besar rangkaian pengobatan, dengan opsi perpanjangan yang dapat diajukan dengan melampirkan surat keterangan dari dokter rumah sakit
Seluruh fasilitas ini dinikmati sepenuhnya secara gratis oleh setiap warga Kepulauan Riau yang memiliki surat rujukan resmi dan dokumen yang dipersyaratkan.
Cara Mendaftar: Mudah dan Kini Bisa Online
Pemprov Kepri terus berinovasi dalam memudahkan akses masyarakat terhadap layanan Rumah Singgah. Sejak Oktober 2024, permohonan layanan Rumah Singgah dapat dilakukan secara online melalui Aplikasi SILE ke RUMSING yang dapat diakses di rumsing.kepriprov.go.id — memungkinkan warga dari pulau mana pun mengajukan permohonan sejak masih di kampung halaman, tanpa harus datang langsung ke Tanjungpinang atau kota lain untuk mengurus administrasi.
Syarat utama yang harus dipenuhi antara lain:
Memiliki surat rujukan resmi dari fasilitas kesehatan (puskesmas/RSUD) yang menyatakan pasien perlu berobat ke Jakarta atau Batam
Melengkapi dokumen identitas dan administrasi yang diperlukan
Tidak memiliki gangguan jiwa atau penyakit menular yang berpotensi membahayakan penghuni lain
Pasien beserta satu orang pendamping dapat menempati fasilitas rumah singgah
Setelah permohonan diverifikasi, Rumah Singgah akan menghubungi pemohon sesuai dengan ketersediaan kamar. Untuk keadaan darurat, Pemprov Kepri membuka jalur komunikasi khusus agar pasien gawat darurat dapat diprioritaskan.
336 Pasien Telah Merasakan Manfaatnya
Angka bicara lebih keras dari kata-kata. Sejak pertama beroperasi hingga akhir 2024, 336 pasien beserta keluarga pendamping mereka telah merasakan langsung manfaat program Rumah Singgah Kepri. Mereka adalah warga dari Lingga, Natuna, Anambas, Karimun, Tanjungpinang, Batam, dan berbagai penjuru kepulauan Kepri yang sebelumnya harus menanggung beban penginapan dan logistik di kota besar dengan kemampuan finansial yang sangat terbatas.
Pasien-pasien yang paling banyak memanfaatkan Rumah Singgah Jakarta adalah mereka yang dirujuk ke:
Rumah Sakit Kanker Dharmais — untuk kasus-kasus kanker yang membutuhkan kemoterapi dan radioterapi
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) — pusat rujukan nasional untuk berbagai kasus medis kompleks
Rumah Sakit Jantung Harapan Kita — untuk pasien dengan penyakit jantung yang membutuhkan tindakan kardiologi lanjutan
Kisah-kisah warga yang mengucapkan terima kasih — yang terdokumentasi dalam berbagai kesaksian dan liputan media — menjadi bukti paling autentik bahwa program ini bukan proyek pencitraan. Ini adalah program yang benar-benar mengubah hidup.
Terus Berkembang: Kapasitas Ditambah, Layanan Ditingkatkan
Pemprov Kepri tidak berpuas diri dengan pencapaian yang sudah ada. Menyadari bahwa permintaan terus melampaui kapasitas yang tersedia — dengan daftar antrian yang tidak pernah berhenti bertambah — Pemprov Kepri berencana menambah 26 tempat tidur baru untuk memperluas kapasitas kedua rumah singgah. Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa evaluasi berkala terhadap kualitas layanan terus dilakukan, dan setiap masukan dari penghuni direspons dengan perbaikan nyata.
"Kita bangun itu untuk masyarakat. Siapapun itu, khususnya masyarakat Kepri bisa memanfaatkannya dan gratis. Kita ingin memastikan bahwa masyarakat Kepri yang membutuhkan perawatan medis di Jakarta dan Batam mendapatkan fasilitas terbaik tanpa harus memikirkan penginapan dan kemudian terbebani biaya," tegas Gubernur Ansar.
Bagian dari Ekosistem Kesehatan Kepri yang Utuh
Rumah Singgah bukan program yang berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari ekosistem kesehatan Kepri yang dibangun secara sistematis dan menyeluruh oleh Gubernur Ansar Ahmad. Ketika seorang warga pulau terpencil jatuh sakit, rantai layanan yang telah dibangun Pemprov Kepri bekerja secara terintegrasi:
Ambulan Laut menjemput dari pulau terpencil menuju fasilitas kesehatan terdekat → RSUD di kabupaten menangani dan merujuk bila diperlukan → RSUD Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang menjadi pusat rujukan provinsi dengan gedung poliklinik baru yang sedang dibangun → Rumah Singgah Batam untuk pasien yang harus berobat lanjut di Batam → Rumah Singgah Jakarta untuk pasien yang memerlukan penanganan di rumah sakit nasional di ibu kota.
Sebuah rantai yang panjang, tetapi dirajut dengan satu benang merah yang sama: tidak ada warga Kepri yang boleh sendirian menghadapi sakitnya.
Kepedulian yang Nyata, Bukan Sekadar Janji
Di era di mana kepercayaan terhadap pemerintah sering diuji, Rumah Singgah Kepri adalah contoh konkret tentang apa artinya pemerintah yang hadir — yang tidak hanya berbicara tentang kesejahteraan rakyat dari podium, tetapi benar-benar membangun fasilitas nyata yang bisa dirasakan tubuh dan jiwa warganya.
"Saya berharap dengan adanya rumah singgah ini, masyarakat Kepri yang sakit tidak perlu lagi khawatir mencari tempat tinggal yang layak dan nyaman selama menjalani perawatan," ujar Gubernur Ansar. Harapan itu telah menjadi kenyataan — dan kenyataan itu terus dirawat setiap harinya.