Wagub Nyanyang Bacakan Amanat Menhub: Keselamatan Transportasi Harus Menjadi Tanggung Jawab Moral

No. 525/PR/IX/2026 Senin, 21 September 2026 44 Tayangan
Wagub Nyanyang Bacakan Amanat Menhub: Keselamatan Transportasi Harus Menjadi Tanggung Jawab Moral

DISKOMINFO KEPRI — Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, membacakan amanat Menteri Perhubungan pada upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Balai Transportasi Angkutan Darat Kelas II Provinsi Kepri, Batam, Kamis (17/9/2026).

Dalam amanat tersebut, Menteri Perhubungan menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban berbagai peristiwa kecelakaan transportasi serta keluarga yang ditinggalkan.

“Keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian amanat yang dibacakan Nyanyang.

Menurutnya, penegasan terhadap keselamatan menjadi semakin penting karena sektor perhubungan menghadapi lingkungan yang kian kompleks. Dalam beberapa waktu terakhir, jajaran perhubungan turut merespons berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.

Dalam situasi tersebut, keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan. Operasi harus dihentikan apabila kondisi dinilai tidak aman, namun di sisi lain perlu segera disiapkan alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus.

Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju

Hari Perhubungan Nasional 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.”

Tema tersebut menggambarkan peran strategis transportasi dalam menghubungkan berbagai wilayah Indonesia, mulai dari pulau dengan pulau, kota dengan desa, hingga sentra produksi dengan pasar.

Transportasi, menurut amanat tersebut, bukan semata-mata persoalan kendaraan dan infrastruktur. Keberadaan pelabuhan, penerbangan perintis, jalur kereta api, angkutan massal dan sistem logistik yang efisien memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Pelabuhan dapat mengubah kehidupan masyarakat di sebuah pulau. Penerbangan perintis dapat memangkas waktu perjalanan dari hitungan hari menjadi beberapa jam. Jalur kereta api dapat membuka pusat-pusat ekonomi baru, sementara angkutan massal yang baik dapat mengurangi waktu perjalanan masyarakat.

Di sisi lain, sistem logistik yang efisien juga berperan dalam memastikan hasil produksi petani, nelayan dan pelaku usaha dapat sampai kepada masyarakat dengan biaya yang lebih wajar.

Dalam amanatnya, Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan biaya angkut dan biaya logistik sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.

Perkuat Konektivitas dan Transportasi Publik

Ke depan, insan perhubungan diminta terus menjaga layanan keperintisan agar masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil) tetap terhubung.

Selain itu, angkutan massal perkotaan perlu diperkuat agar transportasi publik menjadi pilihan yang semakin layak dan menarik bagi masyarakat. Integrasi antarmoda juga harus ditingkatkan sehingga perjalanan dari pintu ke pintu menjadi lebih mudah.

Perbaikan sistem logistik turut menjadi perhatian agar konektivitas yang dibangun mampu menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian.

Menteri Perhubungan juga mendorong insan perhubungan untuk berani melakukan perubahan melalui pemanfaatan teknologi. Transformasi digital diharapkan mampu membuat pengawasan semakin transparan dan efektif.

Namun, pemanfaatan teknologi harus berujung pada manfaat nyata, yakni perjalanan yang lebih selamat, kepatuhan yang lebih baik serta sistem logistik yang semakin tertib.

“Secanggih apa pun teknologi, ujung dari pelayanan publik tetap manusia. Aplikasi, sistem pengawasan, infrastruktur terbaik, pada akhirnya berpulang kepada integritas, kepedulian, dan keberanian kita mengambil keputusan yang benar,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.

September Dicanangkan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi

Dalam kesempatan itu, seluruh insan perhubungan juga diingatkan untuk mengimplementasikan nilai-nilai 5 Citra Manusia Perhubungan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sikap tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi tantangan serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menteri Perhubungan turut memberikan apresiasi kepada seluruh insan perhubungan yang bekerja di balik layar dalam menjaga kelancaran transportasi.

Mulai dari petugas yang memeriksa landasan ketika masyarakat sedang beristirahat, mengawasi pergerakan kapal, memastikan sistem persinyalan kereta api, memeriksa kendaraan, mengatur navigasi dan lalu lintas, hingga petugas yang bertugas di terminal, stasiun, pelabuhan dan bandar udara.

Penghargaan juga diberikan kepada para petugas yang tetap berada di lapangan ketika terjadi bencana maupun kecelakaan.

“Namun penghargaan terbaik terhadap pekerjaan yang sudah kita lakukan adalah tidak cepat merasa puas. Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat kita,” tegasnya.

Pada peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026 tersebut, Menteri Perhubungan mengajak seluruh insan perhubungan menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi.

Pencanangan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya keselamatan transportasi yang lebih kuat dan diterapkan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

“Selamat Hari Perhubungan Nasional Tahun 2026. Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.”

Amanat tersebut ditutup dengan doa agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melindungi setiap perjalanan, menguatkan langkah seluruh insan perhubungan serta meridai pengabdian kepada bangsa dan negara.(iw)

Galeri Foto Rilis

Wagub Nyanyang Bacakan Amanat Menhub: Keselamatan Transportasi Harus Menjadi Tanggung Jawab Moral
Wagub Nyanyang Bacakan Amanat Menhub: Keselamatan Transportasi Harus Menjadi Tanggung Jawab Moral
Wagub Nyanyang Bacakan Amanat Menhub: Keselamatan Transportasi Harus Menjadi Tanggung Jawab Moral

Bagikan Siaran Pers

Pratinjau Gambar

Pratinjau Gambar

Layanan

Lihat Semua Layanan